DaerahSeni & Budaya

PMAPK Gelar Pagelaran Seni dan Budaya Kisar Bakudapa IV, Maukenu: Cintai Nilai dan Budaya

Persekutuan Mahasiswa Asal Pulau Kisar (PMAPK) menggelar Pagelaran Seni dan Budaya di gedung Xaverius, jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (11/3/2024). Acara yang dibarengi dengan Kisar Bakudapa ke-IV itu mengusung tema ‘Melestarikan Adat dan Budaya Pulau Kisar Serta Mempererat Tali Persaudaraan’.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 17.30 WIT di lokasi, ratusan warga Kota Ambon yang berasal dari Pulau Kisar memenuhi seisi gedung.  Tak hanya orang Kisar, para undangan juga berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat dan organisasi mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Seusai acara pembukaan, terlihat para undangan saling bersalaman diikuti prosesi cium hidung atau dalam bahasa Kisar disebut Nahuwook.

Acara dilanjutkan dengan penampilan berbagai tari-tarian, di antaranya :

1. Tarian Peuk

2. Tarian Kerpopoo

3. Tarian Lemon Manis

4. Tarian Tanam Jagung

5. Tarian Lour atau Taria Pantai.

Tarian Lour atau Tarian Pantai dipentaskan dalam Pagelaran Seni dan Budaya Kisar Bakudapa IV di Kota Ambon
Tarian Lour atau Tarian Pantai dipentaskan dalam Pagelaran Seni dan Budaya Kisar Bakudapa IV di Kota Ambon (Jenderal Louis)

Selain itu, ada pentas musikalisasi puisi, fashion show, pameran makanan khas Pulau Kisar, lukisan, dan kerajinan lokal.

Bakudapa Kisar IV juga dihadiri Pembina PMAPK, Melkias Frans dan Sharlota Austen. Ketua PMAPK, Florenza Devensca Maukenu mengungkapkan melalui acara ini orang Kisar memperkenalkan nilai-nilai adat dan budaya. “Kegiatan Kisar Bakudapa ini merupakan kegiatan yang memperkenalkan nilai dan budaya orang Kisar. Orang yang berasal dari Pulau Kisar yang berada di Kota Ambon,” ungkapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Senin (11/3/2024).

Lanjutnya, kegiatan ini semata-mata bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan di antara seluruh orang Kisar yang bermukim di Kota Ambon. Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat Pulau Kisar untuk terus mencintai serta menjaga nilai-nilai budaya untuk meneruskannya kepada generasi mendatang. “Tujuan dari Kegiatan Kisar Bakudapa ini yaitu bagaimana kita merangkul semua orang Kisar yang ada di Kota Ambon dan sudara basudara untuk sama-sama kita mencintai nilai dan budaya orang Kisar,” jelasnya.

Terpisah dari itu, Ketua Umum Gerakan Membangun Bumi Kalwedo (GMBK), Franklin Untailawan mengapresiasi pertemuan orang Kisar dalam kegiatan Bakudapa tersebut. Untailawan berharap, kegiatan-kegiatan untuk mempromosikan budaya seperti ini rutin dilaksanakan. Hal itu selaras dengan pola hidup masyarakat Maluku Barat Daya yang saling kental akan budaya dan kehidupan orang bersaudara.

“Saya mengucapkan selamat untuk pertemuan orang basudara Kisar yang ke-IV semoga kegiatan seperti ini kedepannya dapat terus dilaksanakan mengingat orang MBD itu kental dengan budaya hidup orang basudara, kumpul-kumpul untuk tetap melestarikan kebudayaan,” kata Untailawan. Dirinya meminta agar PMAPK dapat menjadi wadah guna pengembangan potensi mahasiswa dari Pulau Kisar.

Agar budaya orang Kisar dapat tetap lestari, tetapi juga diimbangi dengan prestasi-prestasi akademik dan non-akademik. “Dan yang paling penting untuk PMAPK kedepannya bisa lebih memotivasi adik-adik kita, potensi dari Maluku Barat Daya khususnya Kisar untuk terus berkembang dan berkarya melestarikan budaya tapi juga dengan prestasi,” pintanya.

“Kalwedo,” ujarnya memberi salam penutup.

(mtm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *