InternasionalMiliterNasional

Kemhan RI Memproyeksikan 40 unit Bell 412EPI, Siap Memperkuat Militer Indonesia.

Perbedaan antara Bell 412EPI dan Bell 412EP terletak pada bagian mesin. Dikutip dari laman PTDI pada 11 Januari 2019, Bell 412EPI ternyata menggunakan 2 unit mesin Pratt & Whitney PT6T-9 Twin Pac dan Bell 412EP menggunakan 2 unit mesin Pratt & Whitney PT6T-3D. Dari perbedaan tersebut maka performa Bell 412EPI sungguh luar biasa. Terbukti pada daya jelajah Bell 412EPI memiliki kecepatan jelajah 235 km per jam dan sanggup menjelajah hingga 687 km.

Jika dikalkulasikan dengan aplikasi calcmaps maka daya jelajah Bell 412EPI mampu terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma mencapai wilayah Pasuruan atau Jambi. Dan Bell 412EPI mampu terbang selama 4 jam dengan perhitungan helikopter terbang dengan bobot 4.309 kg. Bell 412EPI sendiri memiliki keunggulan soal perangkat avionik kelas canggih yang mengusung teknologi flight control 4-axis dan instrument full glass cockpit. Alhasil Bell 412EPI memiliki Bell Basix Pro Integrated Glass Cockpit System dan mencakup Bell’s patented Power Situation Indicator (PSI) presentation.

Belum lagi adanya teknologi Garmin GTN-750 NAV/COM/GPS with high resolution digital maps dan WAAS GPS instrument approach capability ada pada Bell 412EPI. Alhasi Bell 412EPI dirancang upgradable dan mudah diadaptasi untuk kustomisasi tambahan. Semisal diintegrasikan dengan weather radarsearch radar, HTAWS, TCAS, ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) dan FLIR (Forward Looking Infrared) bisa dipasang di Bell 412EPI. Secara umum, Bell 412EPI punya bobot kosong 3.207 kg untuk payload internal sekitar 2.200 kg.

Sementara payload eksternal Bell 412EPI bisa mencapai 2.041 kg. Bobot penuh helikopter adalah 5.534 kg dengan kapasitas bahan bakar 1.251 liter. Selain itu, pengadaan Bell 412EPI oleh Kemhan RI pada waktu itu mencakup persenjataan dan amunisi, suku cadang, publikasi teknis serta pelatihan. Oleh karenanya Bell Helicopter Textron menyebut waktu yang dibutuhkan waktu transisi sekitar 2 minggu bagi pilot untuk mahir menerbangkan Bell-412 EPI. Sementara bagi ground crew silabus pelatihan dan perawatan helikopter Bell 412EPI di kisaran 4 minggu.

Bicara soal senjata, Bell 412EPI bisa dipasangi roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket). Tak hanya FFAR, Bell 412EPI dilengkapi door gun dengan pilihan senjata FN MAG atau M134D Minigun yang keduanya berkaliber 7,62 x 51 mm. Dari senjata diatas maka Bell 412EPI bisa dipasangi senjata kelas berat sebagai andalannya.

Bell 412EPI TNI ADSelain

Indonesia, di Asia Tenggara yang telah memesan Bell 412EPI adalah AU Filipina. Kontrak pemesanan 16 unit Bell 412EPI untuk Filipina ditandatangani saat Singapore AirShow 2018. Sementara Kemhan RI memproyeksikan 40 unit Bell 412EPI. Dimana 9 unit Bell 412EPI telah dipesan untuk mengejar target MEF (Minimum Essential Force) II. Sampai saat ini diketahui jika TNI AD khususnya Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) diketahui menggunakan Bell 412EPI. Dan itu dia beberapa penjelasan dari Bell 412EPI yang merupakan pesaing kelas berta helikopter Black Hawk. (Biro humas kemhan/mtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *