HukumNasionalPolitik

Kasus Korupsi di Kominfo Menjerat Johnny Plate

KEJAKSAAN AGUNG telah menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station). Kini, Johnny G Plate ditahan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, setelah kami evaluasi, kami simpulkan telah terdapat cukup bukti yang bersangkutan diduga terlibat di dalam peristiwa tindak pidana korupsi proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G paket 1,2,3,4 dan 5,” ujar Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Kuntadi di Kejagung, Jaksel, Rabu (17/05/2023)

Kejagung menyatakan kasus korupsi proyek menara BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika bukan kasus biasa menjerat Menteri Kominfo Johnny Plate menjadi tersangka ini diduga merugikan negara hingga Rp 8 triliun. “Perlu dicermati bersama bahwa ini bukan peristiwa pidana biasa,” kata Kuntadi di kantornya.

Kuntadi berkata kasus ini dianggap luar biasa bukan hanya karena nilai kerugiannya yang fantastis. Namun, juga dari persentase kerugian. Dia berkata pemerintah menggelontorkan dana Rp 10 triliun dalam proyek BTS ini. Sementara dana yang diduga dikorupsi sebanyak Rp 8 triliun. Artinya, ada 80 persen dana negara yang diduga dikorupsi dalam proyek tersebut. “Ini perlu dicermati,” tutur dia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan proyek BTS Kominfo merupakan proyek strategis yang diperuntukkan untuk orang banyak. Proyek tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terdepan di Indonesia. “Sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata dia.

Ketut mengatakan ke depannya penyidik akan memperdalam kasus ini ke pelaku lainnya yang mesti dimintai tanggung jawab. “Kami kejaksaan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengawal proyek ini sampai selesai,” kata dia.

Proyek pembangunan BTS di Kominfo dilaksanakan oleh Badan Layanan Usaha Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi alias BAKTI yang berada di bawah Kominfo. Pembangunan BTS 4G merupakan proyek tahun jamak yang menelan biaya hingga Rp 11 triliun. Proyek ini meliputi pembangunan sekitar 9.000 tower pemancar di ribuan desa dan kelurahan di Indonesia yang berada di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Sebelum Johnny Plate, kejaksaan telah menetapkan 5 orang lainnya sebagai tersangka di kasus ini. Salah satu tersangka adalah Direktur Utama BAKTI Anang Achmad Latif. Sementara 4 tersangka lainnya merupakan 4 pihak swasta mulai dari konsultan hingga kontraktor proyek. (MTM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *