BiografiDaerahHukumPolitik

H. Dahlan HM. Noer, Wakil Bupati Bima: Kerja Tuntas dan Ikhlas

HAMPIR semua elemen masyarakat Kabupaten Bima mengenal H. Dahlan M. Noer, Wakil Bupati Bima dua periode. Dahlan pun membuktikan dirinya sebagai salah seorang politisi ulung yang cukup disegani, khususnya di NTB. Jauh sebelum terpilih menjadi Wakil Bupati Bima mendapingi Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., Dahlan merupakan birokrat yang sarat pengalaman hingga di tingkat Nasional. Tak hanya sebagai orang nomor dua di Kabupaten Bima, Dahlan juga sekarang didapuk sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima. Artinya, modal Dahlan untuk menapaki Pilkada serentak pada November 2024, semakin terbuka lebar. Bahkan oleh banyak kalangan, dengan pengalaman birokrasi yang cukup mumpuni dan ditambah sebagai seorang ketua partai, Dahlan dinilai realistis untuk melanjutkan ikhtian Bima Ramah. Dahlan mampu membangun Kabupaten jauh lebih dinamis.

Jika kelak Dahlan maju sebagai calon Bupati Bima, mungkinkah pemilih dan pendukung Dahlan akan mempecundangi rival politiknya di tengah arena kontestasi Pilkada Kabupaten Bima pada Februari 2024 mendatang? Wallah’alam bissawab, hanya waktu yang membuktikannya nanti. Yang jelas, dari fenomena antusias pemilih dan modal besar Dahlan sebagai ‘incumbent’ yang dianggap cukup berhasil, menggambarkan optimisme. Karena figur Dahlan yang merakyat, tetapi juga lebih kepada perangai sang wakil bupati yang senantiasa santun, familier, murah senyum dan menghargai semua orang. Sosok Dahlan, yang menapak bumi, tidak ada celah selubang jarum pun membuat orang sakit hati padanya. Semua orang disapa dengan ramah. Idiom itu menyentuh relung hati yang disapa hingga ke dalam-dalam. Gesturnya mengisyaratkan kehangatan persaudaraan dan persahabatan nating tulus tanpa didramatisir. Kebaikan alami seorang Dahlan!


Tak hanya itu, sosok Dahlan merupakan tokoh yang tidak asing lagi bagi etnik Bima di seantero jagat Bumi Gora maupun Jakarta. Di tataran nasional, Dahlan adalah aset bangsa yang berkantor di Depdiknas Pusat, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, telah menorah tinta emas pengabdian dalam bidang mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dari segi pengalaman birokrasi sudah banyak makan asam-garam, tidak ada yang diragukan dalam menjalankan roda organisasi pemerintahan. Sebagai purna bhakti abdi negara, hal tersebut merupakan menu harian si pria ganteng lembut itu.

Dahlan, merupakan kombinasi antara organisatoris yang politisi dengan birokrat sejati mumpuni, yang memiliki kompetensi di dunia birokrasi. Gabungan birokrat-politisi yang saling melengkapi satu sama lain. Sehingga suatu ketika dalam menghadapi realitas pekerjaan bisa saling isi mengisi. Hal tersebut akan lebih menghasilkan manfaat untuk kepentingan orang banyak, tidak saling bertahan dengan ego masing-masing karena tidak memiliki pengalaman dan ilmu yang homogen. Hingga kini, Dahlan telah mampu membuktikan bahwa sinergitas dirinya dengan Bupati Umi Dinda tak perlu diragukan.

Pengalaman menunjukan selama ini justru orang kedua tidak diberdayakan, bahkan diperdayakan. Sehingga timbulah label jabatan Wakil Bupati adalah “Jabatan Apabila” atau “Ban Serep.” Jelas ini menjadi celah disharmonisasi di antara orang pertama dan orang kedua di kabupaten/walikota. Lalu menjadi bias perpecahan yang mengakibatkan pengabaian tugas-tugas pokok pemerintahan. Yang akhirnya pembangunan tidak berjalan, kehidupan masyarakat semakin terpuruk. Elit pemerintahan enjoi dengan pergulatan internal mereka. Namun bagi Dahlan, kekhawatiran itu ia jawab tuntas. ”Sebagai Wakil Bupati, saya wajib membantu Bupati bekerja tuntas dan ikhlas,” ujar pria parlente itu kepada Majalah Profil Eksekutif, Jumat (15/6) di Jakarta.

Dahlan memiliki akhlaqumul qorimah dan berkarakter. Tidak ada selubang jarum pun celah orang untuk sakit hati pada diri Dahlan. Ia selalu mengumbar senyum dan menyapa seseorang dengan struktur kalimat yang elegan, santun serta mengesankan. Manusiawi, apabila orang mendengar sapaan seperti itu dapat diibaratkan memperoleh setetes air di tengah padang pasir. Sejuk, terhibur dan merasa dihormati. Hal tersebut terkesan kecil, tapi menjadi indikator manusia itu beradab atau tidak!


Bagi Dahlan semua orang adalah saudaranya. Ketika ketemu di kantor, di rumah maupun di jalan, sikap putra Karumbu Langgudu itu sedikit pun tidak pernah berubah. Sangat bersahaja, santun, ramah, hangat dan tampak dalam sorot matanya memberikan kesan cerdas, pintar, jujur, akrab serta tidak sombong. Begitu juga, ketika berjanji selalu tepat waktu dan tepat janji. Berdasarkan pengalaman pergaulan selama ini, ditambah cerita orang-orang yang pernah mengenalnya, Dahlan memiliki kesetian dalam berjanji plus komitmen persahabatan sejati. Bukan juga pendendam! Barangkali inilah di senja kehidupannya didatangi kesempatan emas untuk kembali mengabdi kepada daerah kelahirannya untuk kedua kalinya dan mencetak sejarah baru. Insya Allah! (MTM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *