DaerahHukumPolitik

dr. H. Sanusi H. Ibrahim, SP.OG., Ketua Umum KP3S Jakarta: Bupati Dinda Torehkan Segudang Prestasi

HAMPIR semua elemen masyarakat mengakui bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., seorang politisi cantik, ulung dan piawai mengatur strategi. Di sinilah kelebihan Umi Dinda, panggilan Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati dua periode; ia mampu menguasai permasalahan, tahu petanya, punya strateginya, memiliki kemampuan diplomasi, memahami komunikasi massa dan penuh perhitungan. Hal itu pun diakui banyak pihak. Di antaranya datang dari pria kelahiran Wera Bima yang kini didapuk sebagai Ketua Umum Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S) Jakarta, dr. H. Sanusi H. Ibrahim, SP.OG.

“Saya mengucapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan Umi Dinda, jajarannya dan seluruh masyrakat Kabupaten Bima dalam bersama sama membangun Bima Ramah. Ini merupakan buah dari hasil kerja Umi Dinda dan semua elemen dalam mewujudkan Bima yang ramah untuk kedepannya lagi, yakni membangun sumber daya manusia yang maju, mandiri, berdaya saing dan inovatif. Jadi, apa yang ditorehkan Umi Dinda telah dinilai cukup berhasil oleh banyak pihak,” puji pemilik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Anggrek Mas Kebon Jeruk, Jakarta Barat kepada MT MEDIA, Senin (4/7).

Menurut pria pemilik ternak ribuan ekor sapi di Kecamatan Wera Bima itu, bahwa di antara keberhasilan Umi Dinda adalah; secara ruitin Pemerintah Kabupaten Bima meriah Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, perluasaan landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Salahudin untuk pesawat Boeing, menurunnya angka sakit dan kematian bayi usia dini. Pembangunan 10 Puskesmas dan Relokasi tahun 2018 mencapai angka 80 Milyar. Di Bidang Destinasi dan Pariwisata, festival Uma Lengge, Wawo Festival Teluk Langgudu, dan digelar Teka Doro Tambora, memberikan asuransi kepada nelayan dan petani dan bantuan bibit unggul kepada petani dalam program Swasembada panggan. bantuan kepada sejumlah mesjid dan pesantren serta melaksanakan kegiatan pesantren sehari (GPS) berdasarkan Perbup No. 25 tahun 2017, pengembangan irigasi desa 191 desa dan pembangunan jembatan sudah terlaksana bagi desa terisolir Waduruka Tamndaka dan Busu dapat diakses, serta mampu meraih Juara 1 Terbaik Penanganan Stunting di NTB.

Namun kedepan, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu juga berharap agar proyek-proyek besar dari Pusat dapat digiring dan dikembangkan di Kabupaten Bima. Misalnya, pembanguan dam di Kecamatan Wera, tepatnya di Desa Oi Tui. Disana terdapat sumber mata air, yakni Ade Awo. Apalagi Ade Awo diapit oleh dua bukit sebagai penyangga dam. Jika itu dapat direalisasikan, maka puluhan ribu hektar sawah dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Tak hanya itu, saya berharap agar Bima menjadi lumbung ternak sapi. Saya sudah lama lakukan itu. Bahkan saya tiap tahun membawa ribuan ekor sapi dari Bima ke Jakarta. Di Jakarta, sapi-sapi Bima menjadi primadona. Selain dagingnya manis dan padat, kadar lemaknya pun cukup sedikit,” ujar dokter H. Sanusi, seraya mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Bima yang Ke-382. (MTM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *