InternasionalMiliterNasional

Dorong Kemajuan Industri Pertahanan Indonesia, Mitra Kemhan Ini Raih Sertifikat NATO NCAGE

PT Panorama Graha Teknologi sebagai bagian dari Multiintegra Technology Group, salah satu perusahaan Industri pertahanan terdepan di Indonesia sekaligus mitra Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) resmi mendapatkan sertifikat NATO Commercial and Government Entity (NCAGE) pada penghujung Januari 2024.

Dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (23/2/2024), sertifikat itu diserahkan secara resmi oleh Kepala Pusat Kodifikasi Badan Sarana Pertahanan (Kapuskod Baranahan) Kemhan selaku Direktur National Codification Bureau (NCB) Indonesia, Laksamana Pertama TNI Mochamad Taufiq Hidayat, kepada Komisaris Utama PT Panorama Graha Teknologi, Aloys Sutarto, dalam seremoni yang berlangsung di Gedung Kemhan RI di Jakarta.

Menurut Laksamana Pertama TNI Mochamad Taufiq Hidayat, PT Panorama Graha Teknologi telah bermitra dengan Kemhan RI sejak berdiri 1976. Pada 2020, perusahaan itu secara resmi juga mendapatkan “Surat Penetapan Sebagai Industri Pertahanan” untuk produk Alpalhankam dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan RI.

“Dengan terdaftarnya PT Panorama Graha Teknologi sebagai anggota NATO NCAGE, perusahaan itu akan mendapatkan banyak manfaat, di antaranya proses kodifikasi produk yang dihasilkan sudah dipastikan menerapkan sistem National Stock Number/Nomor Sediaan Nasional (NSN),” kata Kapuskod Baranahan Kemhan.

Lanjut Kapuskod, NSN merupakan bahasa perbekalan tunggal yang mencantumkan identititas termasuk asal produk yang akan mengoptimalkan manajemen database logistik dengan menghindari duplikasi, meningkatkan interoperabilitas materiil, serta efisiensi dan efektivitas pembekalan materiil.“Penerapan sistem NSN juga membantu pelaksanaan kodifikasi dan promosi produk Industri Pertahanan Indonesia dalam persaingan pasar global,” jelas Kapuskod.

Sementara Komisaris Utama PT Panorama Graha Teknologi, Aloys Sutarto, menyatakan rasa bangganya sebagai salah satu pemegang sertifikat industri pertahanan itu. Pihaknya lanjut Aloys, senantiasa meningkatkan kualitas produk dan jasa yang nantinya dapat memaksimalkan potensi perusahaan baik pada lingkup dalam negeri maupun luar negeri.

“Salah satu upaya yang dilakukan menuju sasaran atau pencapaian visi itu adalah dengan mendaftarkan diri sebagai anggota NATO NCAGE ke Puskod Baranahan Kemhan,” katanya. Menurut Aloys, keberadaan perusahaan tidak hanya sebagai entitas komersial, tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia di Indonesia untuk penguasaan dan pengelolaan teknologi pertahanan sebagai salah satu sarana untuk menjaga kedaulatan wilayah di ranah digital.

“Kami sangat merasa terhormat dapat ditunjuk sebagai perusahaan Industri Pertahanan dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan dan ditunjuk sebagai anggota NATO NCAGE dari Kapuskod Baranahan Kemhan selaku Direktur National Codification Bureau (NCB) Indonesia,” ujar Aloys Sutarto. “Kami bertekad untuk dapat lebih memajukan industri pertahanan di Indonesia sehingga dapat mewujudkan visi dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yaitu ‘Terwujudnya Pertahanan Negara yang Tangguh’,” ujarnya lagi. (Biro humas kemhan/mtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *