DaerahEkonomi & BisnisHiburanPariwisata

Destinasi wisata dengan panorama perpaduan pantai pasir putih dengan laut biru kaca serta dinding tebing dapat ditemui di Waburi Park

Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tak dipungkiri, Waburi Park kini sudah menjadi destinasi ikonik dan popular di Buton Selatan. Tepatnya terletak di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa. Lokasi wisata itu sebenarnya mudah dijangkau bagi wisatawan. Jaraknya sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Baubau. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Waburi Park, dapat menempuh jarak selama 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil dari Kota Baubau.  Apa kelebihan dari Waburi Park? Waburi Park memiliki luas sekitar 100×700 meter. Objek wisata ini sudah menjadi aset Pemerintah Desa Gaya Baru. Waburi Park buka mulai 8.30 WITA hingga pukul 10.00 malam. Biasanya ramai pada akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Intip Keindahan Waburi Park, Salah Satu Destinasi Wisata Terpopuler di Buton Selatan - LUVTRIP - Perjalanan Baru. Pengalaman Luar Biasa

Desa Wisata Waburi ParkADWI 2023, Waburi Park Buton Selatan Hanya Sampai 300 Besar - LAMANINDO

Waburi Park memiliki fasilitas seperti gazebo, lampu taman, papan nama, lapak jualan, titian, home stay, toilet dan pos jaga yang akan terus dikembangkan untuk menunjang fasilitas di dalamnya. Wisatawan bisa menikmati keindahan pantai dan laut biru tempat wisata Waburi Park. Pengelola juga menyediakan sejumlah gazebo bagi wisatawan. Mereka bisa menikmati hidangan kuliner setempat atau menghirup aroma kopi sembari menikmati matahari terbenam menuju senja.

Perjalanan wisata Waburi Park bisa dilalui dengan jalur darat menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Waktu yang dibutuhkan wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke Waburi Park yaitu dari ibu kota Kabupaten Buton Selatan ke Waburi Park bisa ditempuh 88 menit yang berjarak 52,5 kilometer. Sebagai desa wisata, pengelolaan Waburi Park yang dibangun sejak akhir 2021 dengan menggunakan Dana Desa itu dilakukan lewat pemberdayaan masyarakat setempat. Di mana masyarakat setempat membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) melalui wadah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola destinasi wisata di Buton Selatan. (mtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *